Perjalanan durasi 5 menit dan bermakna. Karena aku bisa menemukan cara dan analogi yang tepat untuk menjelaskan tentang coaching ke orang yang benar-benar baru.
Saat membuat presentasi untuk workshop Vison Board tempo hari, aku merasa ingin mengenalkan tentang coaching ke peserta workshop baru, namun saat idea tersebut dipindahkan ke kata, rasanya terlalu panjang. Akhirnya, aku biarkan dia terbengkalai, karena aku sudah mau pergi mengajar.
Rutenya seperti biasa: apartemen, drop Mickey lanjut ke tempat mengajar. Sewajarnya kalau menjadi penumpang, kita bisa melihat banyak hal di perjalanan, aku pun juga begitu.
Seorang laki-laki, berbadan besar, naik ojek juga. Paling menarik perhatianku adalah kaos yang dia gunakan berwarna hitam, bertuliskan COACH. Aku terdiam dan bertanya dalam hati, “apa sih yang bikin aku, seorang coach juga, dengan dia yang coach olahraga?”
Dalam hitungan detik, rasanya tubuhku seperti daliri listrik hingga ada sensasi bohlam lampu menyala di dalam kepala. Ini adalah sebuah AHA moment. Lalu aku bersuara, “haaaaahhh nggak ada bedanyaaaa!”
Kepalaku langsung membuat check-list:
– Fokus orientasi mulai dari saat ini ke masa depan. Kita sama-sama menuju ke tujuan yang sama dengan 2 coach yang berbeda.
– Ditemani, di support, disemangati, dipandu dengan pertanyaan dan setiap keberhasilan selalu dirayakan bersama.
– Coaching tidak berfokus pada masa lalu dan coach membantu coachee mengajak berjalan maju ke depan dengan nyaman.
Setelah itu, badanku rasanya bersemangat sekali. Ternyata, AHA moment itu memang terjadi untukku dan saat aku menjelaskan dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dengan analogi kekinian juga relate dengan peserta, mereka mengerti. Buatku tidak ada perbedaan berarti antara aku sebagai coach dan laki-laki bertubuh besar yang berperan sebagai coach.
Terima kasih perjalanan pendek yang terasa panjang, means a lot to me!
Apabila kamu membutuhkan supportive buddy untuk menuju ke goal dengan nyaman, kamu pilih saja jadwal yang tersedia di sini.
